Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara seperti ibumu yang telaten menemani dan mengajarimu setiap detail pelajaran yang tak kau ketahui. Tapi dia mencintaimu dengan cara memastikan kau mendapat sekolah terbaik dan kebutuhan pendidikanmu terpenuhi dengan baik. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara menemanimu setiap hari di rumah seperti yang dilakukan ibumu. Dia mencintaimu dengan cara memastikan kau dan ibumu menempati rumah yang nyaman untuk kalian berkumpul. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara menungguimu seharian dan semalaman di rumah sakit saat kamu mondok karena sakit. Tapi dia mencintaimu dengan cara memastikan agar engkau mendapatkan segala yang kau butuhkan untuk kesembuhanmu tanpa hambatan biaya. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan memeluk dan membelaimu setiap hatimu merasa tidak nyaman. Dia mencintaimu kadang dengan cara membiarkan dan melihatmu mengatasi masalahmu sendiri agar kau kelak tegar menghadapi beban hidup yang lebih berat.
Jadi orang itu harus bebas dari kepentingan pribadi Jadi orang itu harus sepenuhnya mengabdi Bekerja itu mengabdi kepada perusahan Berikhtiar mencari nafkah yang baik dan cukup itu mengabdi kepada keluarga Tidak boleh dibentur-benturkan, ditentang-tentangkan Satu-satunya kepentingan pribadi kita ya cuma menjalani kehidupan sesuai kehendak Sang Pemberi Kehidupan, bukan kehendak pribadi untuk menguasai