Skip to main content

Puisi Hati yang Teriris Rindu

Cinta itu makhluk ajaib

Mampu menyusup kedalam kalbu

Menguasai kunci rindu, tangis, tawa, bahagia, dan air mata

Melemahkan jiwa... atau memberinya kekuatan luar biasa..

Cinta itu membuat luka

Bagi para pecinta yang terkekang rindunya

Bagi perindu yang terlarang mencengkerama kekasih hatinya

Mengikhlaskan diri untuk menundukkan diri pada titah Ilahi, demi martabat diri dan kekasih tercinta

Merelakan diri untuk mengemas rindu hanya sekedar dalam untaian kata-kata dan air mata

Cinta itu pembangun jiwa

Dengan kesabaran menahan gejolak rasa

Dengan kekuatan menolak ajakan nafsu

Cinta itu anugerah

Yang membuat hati tersentuh oleh indahnya rasa

Yang membasuh jiwa dengan ketulusan kekasih tercinta

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Seorang Ayah

Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara seperti ibumu yang telaten menemani dan mengajarimu setiap detail pelajaran yang tak kau ketahui. Tapi dia mencintaimu dengan cara memastikan kau mendapat sekolah terbaik dan kebutuhan pendidikanmu terpenuhi dengan baik. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara menemanimu setiap hari di rumah seperti yang dilakukan ibumu. Dia mencintaimu dengan cara memastikan kau dan ibumu menempati rumah yang nyaman untuk kalian berkumpul. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan cara menungguimu seharian dan semalaman di rumah sakit saat kamu mondok karena sakit. Tapi dia mencintaimu dengan cara memastikan agar engkau mendapatkan segala yang kau butuhkan untuk kesembuhanmu tanpa hambatan biaya. Seorang ayah tidak mencintaimu dengan memeluk dan membelaimu setiap hatimu merasa tidak nyaman. Dia mencintaimu kadang dengan cara membiarkan dan melihatmu mengatasi masalahmu sendiri agar kau kelak tegar menghadapi beban hidup yang lebih berat.

Menunggu dan belajar bersabar

Masih seperti biasa... menunggu disini... dengan gelisah di hati mengingat kewajiban-kewajiban yang masih menanti setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Hati ingin memaki tapi kesadaran diri tengah menguasai... apakah yang akan kudapat nanti setelah membiarkan hatiku memaki... hanya rasa sakit yang semakin menggerogoti... Akhirnya inilah ... memilih menerima dan berdamai dengan keterlambatannya... memilih sabar dan berharap pahala... berdoa agar Alloh memberikan energi lebih untuk melaksanakan tugas berikutnya. 5 Mei 2018,18.31 Hall gedung baru, post pendampingan RS Syariah, pra jaga malam.